Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di website ini dengan menyertakan fiqihwanita.com sebagai sumber artikel
search slide
search slide
pages bottom

MEMBACA AL-QUR’AN SAAT HAID

MEMBACA AL-QUR’AN SAAT HAID

Pertanyaan :

Bolehkah seorang wanita yang sedang haid atau nifas membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf serta menyentuh mushaf? Terutama jika ada hajat atau kebutuhan seperti wanita ini adalah seorang pelajar yang menghafal Al-Qur’an (ia takut hafalannya lupa) atau seorang guru yang mengajarkan Al-Qur’an?

Ada beberapa pendapat ulama yang masyhur tentang masalah membaca Al-Qur’an dan menyentuh mushaf bagi wanita yang sedang haid dan nifas.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin berpendapat bahwa boleh bagi seorang wanita yang sedang haid dan nifas membaca Al-Qur’an karena suatu hajat atau kebutuhan seperti wanita yang menghafal Al-Qur’an atau wanita yang mengajarkan Al-Qur’an.

Akan tetapi, beliau berpendapat apabila membacanya untuk mendapatkan pahala, maka afdhalnya atau yang lebih utama adalah meninggalkannya. Karena sebagian ulama berpendapat bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh membaca Al-Qur’an.

Sedangkan dalam madzhab Abu Hanifah dan dari riwayat yang masyhur dari madzhab Syafi’i dan Ahmad (lihat kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 21/459), dikatakan bahwa tidak mengapa wanita yang haid membaca Al-qur’an.

Pendapat ini juga diperkuat oleh Ibnu Hazm dalam kitabnya Al-Muhalla (1/77-78), beliau mengatakan bahwa wanita haid dan nifas boleh membaca Alqur’an, bersujud, menyentuh mushaf, dan berdzikir kepada Allah.

 

Wallahu A’lam

 

 

Sumber :

  • Fiqhus Sunnah Lin-Nisaa’ karya Kamal bin As-Sayyid Salim
  • ٥٢ سؤالاًَ عن أحكام الحيض في الصلاة والصيام والحج والاعتمار

 

 

Note : Artikel ini juga dapat Anda baca di www.rumahbunda.com pada pembahasan Fiqh For Women oleh penulis yang sama (dengan pengubahan judul dan jawaban tambahan). 

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di website ini dengan menyertakan fiqihwanita.com sebagai sumber artikel

17 Responses to “MEMBACA AL-QUR’AN SAAT HAID”

  1. ninik fauziyatun nisa' says:

    bagaimanakah hukumnya rambut yang jatuh dari seorang yang sedang haid

  2. naz says:

    Assalammualaikum…..En/Cik/Puan/Ustazah/Ustaz/Dr..
    Saya ade kemusykilan. Wanita yang datang haid adalah haram untuk bersama. Apakah hukumnya jika dengan tidak sengaja suami & isteri yang sedang haid , zakar suami tersentuh faraj isteri tetapi tidak dimasukkan ke dalam faraj isteri….adakah tergolong ianya juga haram? Sekian, untuk kepastian… wassalam…

    • admin says:

      Wa’alaikumussalam
      Jika tidak sengaja, maka tidak ada hukum yg jatuh kepadanya. Dalam syariat Islam, seorang suami diperbolehkan “mencari kesenangan” dari istrinya yg sedang haid. Namun, wajib diberi pembatas dan tidak masuk dalam faraj istri. Wallahu a’lam.

  3. zuli says:

    assalamu’alaikum
    bagaimanakah caranya sholat bagi wanita yang sedang keputihan?

    • admin says:

      wa’alaikumussalam
      shalat saja seperti biasa, jika terganggu dengan celana dalam yg terkena keputihan, maka gantilah dengan yg bersih.

  4. Ariestya says:

    Assalamualikum wr.wb..mohon penjelasan’nya arti yang sebenar yaitu antara SHOLAT= JAMAK dam QOSHOR..TRmksh dan wassalam

    • admin says:

      wa’alaikumussalam.
      Shalat jamak adalah menggabungkan 2 shalat dalam satu waktu, seperti shalat zhuhur dan ashar, serta maghrib dan isya’.
      Shalat qashar adalah meringkas shalat yang jumlah rakaatnya 4, yaitu zhuhur, ashar, dan isya’ menjadi 2 rakaat.

  5. larasaty says:

    Umumnya wanita haid 1 minggu,Tªpϊ haid sy sampe 10-14 hari,sehari kadang cuma bercak kecoklatan.bagaimana hukumnya,haid dinyatakan sudah benar2 bersih?kadang sdh mandi besar untuk shalat.ternyata setelah shalat ada bercak lagi.dan apakah harus mandi besar lagi,ato menunggu benar2 bersih?

    • admin says:

      Yang namanya darah haid itu adalah darah kebiasaan wanita, mba Larasaty. jadi setiap wanita berbeda-beda kebiasaan haidnya. ada yang hanya 3 hari, ada yg 7 hari, bahkan ada yg tidak menentu jumlahnya. pendapat yang paling kuat adalah tidak adanya batasan hari untuk haid. jadi selama darah yg keluar adalah sifatnya darah haid, maka dihukumi haid. dan setiap wanita wajib untuk mengenali sifat darah haid keluar dari dirinya. hal ini untuk mencegah timbulnya rasa bingung dan was-was.
      nah, yg perlu mba perhatikan dan dicek lagi, bercak coklat ini apakah hanya semacam lendir keruh (kuning cenderung keruh) atau coklat hitam pekat menyerupai darah haid yg biasanya? kalau itu hanya cairan kuning keruh (seperti lendir coklat yg tipis) maka itu bukan haid. dan patut diperhatikan juga, umumnya, haid itu selesai dengan ditandai munculnya gumpalan atau lendir putih dari tempat keluarnya haid. wallahu a’lam.

  6. Ari says:

    Assalamualikum..wr.wb..mhn penjlsn’nya=Di mana’kah letak perbedaan pergerakan sholat antara wanita dan pria..trmsksh ats penjlsn’nya

  7. Ari jasmine says:

    Assalamualaikum wr.wb..mhn penjelesan’nya ustad..apa hukum’nya di saat seorang wanita sedang berhadast besar[haid],saat mencuci rambut,rambut itu terjatuh atau kita menyisir rambut dan apakah Benar menurut islam Rambut itu harus di ambil dan di cuci..ats penjelasan’nya ana ucap’kn trmksh dan Wassalm

  8. sheity says:

    mohon penjelasanya min kalau kita datang bulan biasanya ditandai dengan keluar lendir kecoklatan biasanya saya selama 2 hari,apakah selama 2 hari itu sebelum keluar darah haidnya diperbolehkan kita melakukan sholat seperti biasanya

  9. vivi says:

    dari penjelasan di atas masih ada perbedaan pendapat,sy masih ingin bertanya sebenarnya yg dilarang bagi wanita haid itu memegang Al Quran atau membacanya atau menghafalnya Ustadz?bagaimana dg perkembangan teknologi skrg,ada bacaan surat2 Al Qur’an yg bs didownload dan diputar d handphone..jadi kalo si wanita tsb berniat menghafal surat2 pendek misalnya melalui Mp3 di hp..apakah boleh Ustadz?terima kasih sbelumnya atas penjelasannya..wassalam.

    • admin says:

      pendapat yg paling kuat adalah boleh membaca Al-Qur’an pada saat haid, namun tidak boleh menyentuh mushafnya secara langsung. kalau mendengarkan atau membaca melalui ponsel, ipad, komputer, dll maka insya Allah boleh karena itu tidak dihukumi sebagai mushaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>