Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di website ini dengan menyertakan fiqihwanita.com sebagai sumber artikel
search slide
search slide
pages bottom

BATALKAH SHALAT JIKA KENTUT DARI KEMALUAN?

BATALKAH SHALAT JIKA KENTUT DARI KEMALUAN?

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya angin yang keluar dari kemaluan (vagina) seorang wanita? Apakah angin tersebut membatalkan wudhu dan sholat?

Jawaban : Keluarnya angin dari kemaluan wanita atau sering disebut dengan kentut dari “depan”, biasanya terjadi pada wanita yang sudah bersuami dan pernah melahirkan.

Dari segi medis, kentut dari vagina sering disebut dengan flatus vaginalis atau vaginal flatulence. Tapi, angin yang keluar dari vagina ini berbeda dengan kentut pada umumnya. Kentut dari vagina ini tidak bau, namun jika kentut tersebut disertai bau seperti bau busuknya kentut dari anus, maka ini adalah kondisi yang sangat serius. 

Kondisi kentut dari vagina ini sebenarnya jarang sekali terjadi jika tidak dalam keadaan sedang atau setelah berhubungan seksual. Kalaupun angin keluar dari vagina, biasanya dalam keadaan sedang merentangkan paha, posisi sujud yang salah, dsb. Akan tetapi, pada beberapa kondisi tertentu—dimana kondisi ini hanya bisa dijelaskan oleh pakar medis—- ada pula wanita yang masih gadis atau belum pernah berhubungan seksual dan belum pernah melahirkan, mengalami flatus vaginalis ini. Jika Anda ingin mengetahui penjelasannya secara medis, saya sarankan untuk datang ke dokter ahli, agar permasalahan ini ditangani oleh ahlinya langsung.

Apakah kentut ini membatalkan wudhu dan sholat?

Dan karena sifat angin ini berbeda dengan kentut yang keluar dari anus, maka Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin menjawab,

“Yang demikian ini tidak membatalkan wudhu, karena angin tersebut tidak keluar dari tempat najis seperti angin yang keluar dari dubur,”. (Fatawa wa rasail Syaikh ibn Utsaimin (4/197)).

Jadi, secara Fiqih, hukum kentut dari kemaluan ini tidaklah membatalkan wudhu dan sholat. Anda masih boleh dan harus tetap sholat atau beribadah lainnya meski Anda kentut dari vagina.

Lalu bagaimana dengan “sering merasa kentut” atau was-was “apakah aku tadi kentut atau tidak?”

Sesungguhnya keragu-raguan dan rasa was-was itu datangnya dari syaithan. Maka keraguan dan rasa was-was itu harus kita buang jauh-jauh. Dinamakan kentut apabila gas yang keluar (tempat keluarnya adalah anus) itu memiliki 3 sifat atau salah satu dari 3 sifat berikut, yaitu berbunyi, berbau, dan dirasakan keluarnya. Jika tidak ada salah satu dari sifat berikut ini, maka Anda tetap harus shalat dan wudhu tidak batal. Itu berarti Anda dilanda rasa was-was. Maka mantapkan hati Anda, dan jangan turuti hal-hal yang demikian. Biidznillah, jika Anda tidak mengikuti rasa was-was yang datangnya dari syaithan ini, maka insya Allah lama-kelamaan perasaan was-was ini akan hilang dengan sendirinya. Awalnya sulit, saya yakin, ada godaan untuk segera membatalkan sholat dan kembali mengambil air wudhu baru. Akan tetapi, rasa was-was dalam diri Anda hanya Anda yang dapat mengobatinya.

Wallahu a’lam.

 

Note : Artikel ini juga dapat Anda baca di www.rumahbunda.com pada pembahasan Fiqh For Women oleh penulis yang sama (dengan pengubahan judul dan jawaban tambahan). 

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di website ini dengan menyertakan fiqihwanita.com sebagai sumber artikel

11 Responses to “BATALKAH SHALAT JIKA KENTUT DARI KEMALUAN?”

  1. mustiawati says:

    Assalamu’alaikum. mau tanya dong,,,,,,,, apa ada hadist yang menerangkan teantang bolehnya menggantikan sholat orang tua kita yang sudah meninggal.

    • Emi says:

      wahai cik yuyun..angin drpd faraj ini slalu terjadi jklaau kta berhdpn dgn situasi yg berangin,misalnya aircond/kipas..angin ini yg membuat kta cpt mengeluarkn angin klu bersetubuh&angin sendawa jga akn dtg..anda dinasihatkan mkn kacang bendi’ agr mempunyai air yg byk ketika bersama..atau anda beli losyen untuk melicinkan faraj supaya tidak skit lgi..bykkn mnum air msk&jamu utk buang angin@mnum air halia..

  2. Ida says:

    Bagiamana membedakan angin yang keluar itu adalah hanya perasaan was-was atau membang betul-betul keluar tapi sedikit sehingga seperti berasa dan seperti tidak?

    • qothrun nada says:

      kalau hanya was-was, dan Anda tidak mendengar suara itu, mencium bau itu, dan tidak merasa kalau Anda telah buang angin, hal itu hanya bisikan dari setan supaya Anda ragu-ragu dan was-was ketika sholat. tetapkan hati Anda bahwa Anda tidak batal (jika memang Anda tidak mendengar, mencium, dan merasakan buang angin).

  3. sue says:

    bagaimana pula kalau… Sedang melakukan solat… Berasa spt kentut…. Tapi tdk berbau dan berbunyi?

    • maulida says:

      bismillahirrahmanirrahiim.
      dalam bulughul maram terdapat suatu hadits dalam bab mengusap khuf (sepatu) terdapat hadits yg diterima dari abu hurairah yang insya allah artinya “jika seseorang di antara kalian merasakan sesuatu di dalam perutnya, kemudian dia ragu ragu apakah dia mengeluarkan sesuatu (kentut) atau tidak, maka janganlah sekali kali ia keluar dari masjid kecuali ia mendengar suara atau mencium baunya” HR. Muslim.

      wallahu a’lam

  4. engkurkurniawati says:

    Alhamdulillah…terimakasih ,sekarang saya jadi tahu,dan saya pernah mengalaminya.

  5. afifah says:

    iya batal kan gk semuanya kentut itu berbau,yang menyebabkan bau itu krn seringnya mengkomsumsi ikan,daging dan telur kalau byk mkan sayuranya pst kagak bau

  6. ai masitoh says:

    assss……saya baru-baru ini setelah melahirkan kalau waktu sujud sholat kadang” suka mengeluarkan kentut dari vagina,,,apakah hal tsb bisa jd penyakit atau tdk????

  7. Rofiqohrasidi says:

    Saya mengalami masalah kentut dr vagina,,setelah melahrkan anak saya mngalami mslah ini,dan perasaan was was sering terjadi,kdng kla saya sampay whuduk dan sholat 5 kalai karna setiap kali rukuk atau sujud pasti keluar bunyi dr fagina,tp macam tak keluar saja bunyi macam kentut apakah itu membatalkan sholat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>